LONDON — Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dikabarkan membuka pintu bagi pemimpin Partai Buruh saat ini, Andy Burnham, untuk berkonsultasi mengenai isu besar yang kembali menghantui politik Inggris: kemungkinan bergabung kembali dengan Uni Eropa. Namun tawaran itu datang dengan bayang-bayang masa lalu yang mungkin justru ingin dikubur oleh Burnham sendiri.
Menurut laporan yang beredar, Blair beberapa kali menyebut dengan nada haru tentang pertemuan rahasia yang pernah ia lakukan dengan Burnham pada 2010. Saat itu, Burnham masih menjabat sebagai menteri di kabinet Gordon Brown dan diam-diam ingin meminta nasihat Blair soal ambisinya mencalonkan diri sebagai pemimpin partai. Pertemuan itu berlangsung penuh kehati-hatian, karena Burnham khawatir atasannya mengetahui ambisi tersebut.
Jarak dari Bayang-Bayang New Labour
Sejak saat itu, banyak hal berubah. Perjalanan politik Burnham keluar dari Westminster lalu kembali lagi digambarkan sebagai ziarah personal menuju penebusan diri. Proses itu membantunya melepaskan beban New Labour yang selama ini dianggap memperlambat langkahnya dalam beberapa pencalonan kepemimpinan yang gagal.
Pola serupa terlihat pada pendahulu-pendahulunya. Gordon Brown, Ed Miliband, Jeremy Corbyn, hingga Keir Starmer semuanya mencoba menjaga jarak dari Blair dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda. Kini Burnham berada di posisi yang sama: ingin dianggap sebagai pemimpin baru, bukan penerus warisan lama.
"Burnham mungkin ingin melepaskan masa lalu New Labour-nya untuk selamanya," tulis Tom Baldwin, mantan editor Times dan penulis biografi Keir Starmer.
Isu Uni Eropa menjadi ujian tersendiri. Sejak Brexit pada 2020, hubungan London dan Brussels terus bergolak. Banyak ekonom menilai keluarnya Inggris dari blok itu memperlambat pertumbuhan, memicu kenaikan biaya hidup, dan mempersempit akses pasar bagi usaha kecil. Survei terbaru menunjukkan sebagian besar warga Inggris kini menyesali keputusan Brexit, meski belum tentu mendukung keanggotaan penuh.
Dilema Politik bagi Burnham
Bagi Burnham, menerima nasihat Blair bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Blair adalah sosok berpengalaman dengan jaringan internasional yang luas dan pemahaman mendalam soal dinamika Eropa. Di sisi lain, namanya masih menjadi magnet kontroversi di sebagian basis Partai Buruh yang mengaitkannya dengan perang Irak dan kebijakan pasar bebas.
- Peluang: Nasihat Blair dapat memperkuat kredibilitas Burnham di panggung internasional, terutama dalam negosiasi ulang hubungan dengan Uni Eropa.
- Risiko: Kedekatan dengan Blair berpotensi memicu kritik internal partai dan memperkuat narasi bahwa Burnham hanyalah wajah lama dengan kemasan baru.
- Konteks: Konferensi Partai Buruh di Liverpool menjadi panggung pertama bagi Burnham untuk menunjukkan arah kepemimpinannya tanpa bayang-bayang pendahulu.
Sejumlah pengamat menilai Burnham lebih baik menempuh jalur sendiri. Ia dinilai punya modal kuat sebagai mantan Wali Kota Manchester yang populer, dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih membumi dibandingkan generasi Westminster. Isu Brexit dan Uni Eropa bisa menjadi arena di mana ia menegaskan identitas politiknya, bukan sekadar melanjutkan perdebatan lama antara kubu Blair dan anti-Blair.
Yang jelas, keputusan Burnham soal Uni Eropa akan menjadi salah satu ujian terbesar kepemimpinannya. Apakah ia akan mendengar nasihat Blair, atau justru menjadikan jarak dari Blair sebagai identitas barunya, masih menjadi pertanyaan terbuka di kalangan politikus London.
Comments (0)