Shein Kalahkan Asos, Pendapatan Inggris Menembus £2,58 Miliar
Perang ritel mode cepat di Inggris memasuki babak baru setai data keuangan terbaru menunjukkan bahwa Shein, raksasa e-commerce fesyen asal Tiongkok, kini m
Perang ritel mode cepat di Inggris memasuki babak baru setai data keuangan terbaru menunjukkan bahwa Shein, raksasa e-commerce fesyen asal Tiongkok, kini melampaui pesaing terdekatnya asal Britania, Asos, dalam hal pendapatan di pasar Inggris. Angka yang diajukan ke Companies House tersebut mempertegas dominasi platform yang berbasis di Nanjing itu di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap kebijakan bea masuk untuk paket kecil yang masuk ke Britania Raya secara bebas pajak.
Berdasarkan laporan akun yang diunggah, divisi Shein di Inggris mencatat lonjakan penjualan sebesar 26% sepanjang tahun lalu, membukukan pendapatan mencapai £2,58 miliar atau setara sekitar Rp53 triliun. Pencapaian ini menandai kali pertama perusahaan yang didirikan di Tiongkok tersebut mengungguli Asos, nama besar ritel mode daring Britania yang telah lama menguasai pasar anak muda negara tersebut.
Dari Startup Global Menjadi Ancaman Bagi Ritel Lokal
Kesuksesan Shein tidak terlepas dari strategi harga rendah yang agresif, ditambah kemampuannya memangkas rantai produksi hingga ke tingkat pabrik di Tiongkok. Perusahaan induk Shein sendiri baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong dengan valuasi mencapai lebih dari $26 miliar atau sekitar £19,6 miliar pada bulan lalu. Angka itu menegaskan bahwa Shein bukan sekadar fenomena viral di media sosial, melainkan kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan investor global.
| Perusahaan | Pasar Utama | Pendapatan Inggris | Tren |
|---|---|---|---|
| Shein | Fesyen cepat digital | £2,58 miliar | Naik 26% |
| Asos | Fesyen daring Britania | Di bawah Shein | Tertinggal |
Data tersebut mempertegas betapa cepatnya pergeseran pola konsumsi di kalangan pembeli muda Inggris. Generasi yang tumbuh dengan ponsel pintar cenderung lebih tergoda oleh koleksi yang selalu segar dan harga yang sangat murah dibandingkan loyalitas pada merek lokal.
Skema Bebas Bea Masuk Jadi Sorotan
Di balik angka penjualan yang mengesankan, terselip isu kebijakan yang kini menjadi perdebatan panjang di kalangan pembuat kebijakan Inggris, yaitu pengecualian bea masuk untuk paket kecil. Skema ini memungkinkan parcel murah dari Tiongkok masuk ke Britania Raya tanpa dikenakan tarif, sehingga Shein dapat menjual produknya dengan harga yang sangat kompetitif dibandingkan peritel konvensional yang menanggung berbagai biaya impor.
"Lonjakan 26% ini mempertajam fokus publik terhadap celah yang selama ini dimanfaatkan perusahaan asal Tiongkok untuk membanjiri pasar dengan barang murah bebas pajak."
Kritikus berargumen bahwa aturan tersebut memberikan keuntungan tidak sehat bagi pemain asing, sementara peritel Britania yang mematuhi seluruh kewajiban pajak justru semakin tersudutkan. Selisih pajak dan logistik itulah yang secara efektif membuat harga produk Shein sulit ditandingi, terutama oleh jaringan toko fisik yang menanggung biaya sewa dan staf.
Tantangan ke Depan
Meski demikian, tekanan regulasi diperkirakan akan terus meningkat. Pemerintah Inggris berada di bawah permintaan industri lokal untuk meninjau ulang ambang batas bea masuk, yang berpotensi mengubah lanskap persaingan dalam waktu dekat. Bagi Shein, pertanyaannya bukan lagi apakah mereka bisa tumbuh, melainkan apakah model bisnis berbasis harga super murah tersebut masih layak bertahan di tengah gelombang regulasi yang semakin ketat.
Kategori
Popular Posts
Related Posts
Popular Posts