Nov 04, 2026
World

PARIS — Dokter Pierre Catoire Ungkap Bahaya Tenaga Medis di Zona Konflik

Di balik deru tembakan dan reruntuhan bangunan akibat peperangan, garis depan kemanusiaan tidak hanya diisi oleh tentara bertikai, melainkan juga para tena

PARIS — Dokter Pierre Catoire Ungkap Bahaya Tenaga Medis di Zona Konflik

Di balik deru tembakan dan reruntuhan bangunan akibat peperangan, garis depan kemanusiaan tidak hanya diisi oleh tentara bertikai, melainkan juga para tenaga kesehatan yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan warga sipil. Menjalankan tugas medis di tengah zona konflik aktif kini telah bertransformasi menjadi salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar kelangkaan obat-obatan atau fasilitas medis yang rusak, tetapi juga ancaman serangan fisik langsung yang secara sengaja menargetkan para petugas penyelamat.

Dokter Pierre Catoire, seorang dokter darurat medis sekaligus Wakil Presiden Mehad—organisasi non-pemerintah (NGO) asal Prancis yang berfokus pada penyediaan layanan kesehatan di wilayah perang—membagikan kesaksiannya mengenai kenyataan pahit tersebut dalam sebuah wawancara bersama media internasional FRANCE 24.

Ancaman Tak Terlihat dan Taktik 'Double Tap'

Salah satu fenomena paling mengerikan yang disoroti oleh Dr. Catoire adalah maraknya serangan berulang yang dikenal dengan istilah taktik "double tap". Taktik kejam ini melibatkan serangan udara atau artileri pertama yang menghantam pemukiman sipil, diikuti oleh serangan kedua beberapa menit kemudian—tepat saat para dokter, perawat, dan tim ambulans tiba di lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama.

"Ketika kami bergerak menuju lokasi ledakan untuk menolong korban selamat, kami tahu ada risiko besar bahwa bom kedua akan jatuh di titik yang sama. Ini bukan lagi sekadar risiko pekerjaan, melainkan ancaman langsung yang menguji batas-batas kemanusiaan kami," ungkap Pierre Catoire.

Serangan beruntun ini secara efektif melumpuhkan sistem respons darurat dan menciptakan ketakutan sistematis di antara para sukarelawan kemanusiaan yang berupaya menjalankan tugas penanganan medis.

Barikade Logistik dan Tekanan Evakuasi Paksa

Selain ancaman militer secara langsung, operasi kesehatan di zona konflik terhambat secara drastis oleh hambatan birokrasi dan krisis logistik. Pos pemeriksaan militer (roadblocks), penahanan bantuan medis vital, serta perintah evakuasi paksa yang mendadak sering kali memaksa fasilitas kesehatan beroperasi jauh di luar batas kemampuan standar.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa ratusan fasilitas kesehatan di berbagai zona konflik global telah hancur atau tidak beroperasional akibat serangan fisik maupun pemutusan akses listrik dan air bersih. Ketika perintah evakuasi dikeluarkan oleh pihak yang bertikai, tim medis dihadapkan pada dilema etis yang sangat berat: meninggalkan pasien kritis yang tidak mungkin dipindahkan atau tetap bertahan dengan risiko menjadi sasaran pemboman.

Tantangan Utama Dampak terhadap Operasi Kemanusiaan
Serangan Double Tap Menjatuhkan korban jiwa dari pihak responder pertama dan menghentikan evakuasi darurat.
Blokade & Perintah Evakuasi Krisis bahan bakar generator, ketiadaan alat sterilisasi, dan penelantaran pasien kritis.
Politisasi Bantuan Erosi perlindungan hukum terhadap tenaga medis akibat tuduhan keberpihakan politik.

Netralitas Medis di Tengah Pusaran Politik

Tantangan lain yang kian memprihatinkan adalah bagaimana posisi lembaga kemanusiaan sering kali diseret ke dalam narasi politik dan propaganda pihak-pihak berkonflik. Prinsip netralitas medis yang dijamin oleh Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa kini kian tererosi di lapangan.

"Lembaga medis sering kali dituduh memihak hanya karena kami merawat setiap korban tanpa memandang latar belakang atau afiliasi mereka. Tugas utama kami adalah menyelamatkan nyawa manusia, bukan menghakimi siapa yang terluka," tegas Catoire.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap koridor kemanusiaan dan keselamatan petugas medis bukanlah sebuah pilihan sukarela, melainkan kewajiban mutlak hukum internasional yang harus ditegakkan demi menjaga sisa-sisa martabat kemanusiaan di tengah kecamuk perang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll