Nov 04, 2026
World

WASHINGTON — AS Bersiap Setujui Paket Senjata Rp44 Triliun untuk Israel

Pemerintah federal Amerika Serikat dilaporkan bersiap menyetujui paket penjualan persenjataan baru bernilai fantastis sebesar 2,8 miliar dolar AS (sekitar

WASHINGTON — AS Bersiap Setujui Paket Senjata Rp44 Triliun untuk Israel

Pemerintah federal Amerika Serikat dilaporkan bersiap menyetujui paket penjualan persenjataan baru bernilai fantastis sebesar 2,8 miliar dolar AS (sekitar Rp44,5 triliun) untuk militer Israel. Kesepakatan militer berskala masif ini mencakup puluhan ribu bom berdaya ledak tinggi yang dirancang untuk menghancurkan target bawah tanah serta benteng pertahanan berat.

Langkah Washington ini diproyeksikan menjadi salah satu transfer amunisi terbesar dalam beberapa tahun terakhir, di tengah sorotan tajam komunitas internasional terhadap meningkatnya intensitas konflik di kawasan Timur Tengah.

Rincian Amunisi Berdaya Hancur Tinggi

Berdasarkan laporan investigasi media terkemuka AS, paket transfer senjata bernilai miliaran dolar ini berfokus pada pengadaan sekitar 40.000 bom berbobot satu ton. Jenis amunisi tersebut tergolong ke dalam persenjataan paling destruktif yang ada di gudang militer negara-negara Barat.

Berikut adalah komponen utama persenjataan yang tercakup dalam kesepakatan tersebut:

  • 20.000 unit bom MK-84: Bom serbaguna seberat 2.000 pon (900 kg) dengan daya hancur radius luas yang mampu meratakan struktur bangunan bertingkat.
  • 20.000 unit BLU-117: Varian hulu ledak berkekuatan tinggi yang kompatibel dengan sistem pemandu presisi modern.
  • 20.000 unit I-2000 Penetrator: Hulu ledak penembus bunker generasi terbaru yang dirancang untuk menghancurkan sasaran bawah tanah yang diperkuat beton tebal.
"Paket persenjataan ini dibiayai menggunakan alokasi dana bantuan militer luar negeri yang bersumber dari pembayar pajak Amerika Serikat, mencerminkan komitmen pertahanan bilateral yang terus berjalan," tulis laporan media AS terkait proses persetujuan tersebut.

Kronologi dan Alur Persetujuan Kongres

Proses administrasi untuk merealisasikan penjualan alutsista bernilai masif ini melewati sejumlah tahapan formal di lingkaran pemerintahan Washington:

  1. Penyusunan Usulan Departemen Luar Negeri: Tim teknis merumuskan evaluasi kebutuhan persenjataan sekutu dan menyusun dokumen formal penjualan militer luar negeri (Foreign Military Sales).
  2. Notifikasi Informal ke Kongres: Komite Urusan Luar Negeri DPR dan Senat AS menerima pemberitahuan awal guna meninjau implikasi geopolitik serta anggaran yang dialokasikan.
  3. Otorisasi Resmi dan Pengadaan: Setelah melewati masa peninjauan legislatif, Departemen Pertahanan AS akan meneken kontrak produksi dan pengiriman amunisi ke pangkalan militer Israel.

Sorotan Internasional dan Dampak Kemanusiaan

Persetujuan transfer bom seberat satu ton tersebut menuai perhatian luas dari berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia serta pengamat pertahanan global. Para analis menyoroti bahwa penggunaan bom konvensional berukuran besar di kawasan perkotaan padat penduduk membawa risiko kolateral yang sangat tinggi bagi warga sipil serta infrastruktur vital.

Meskipun demikian, otoritas di Washington menegaskan bahwa penyediaan sistem persenjataan strategis ini ditujukan untuk menjaga keunggulan militer kualitatif Israel di kawasan, sekaligus memenuhi kebutuhan pertahanan jangka panjang menghadapi berbagai ancaman keamanan regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll