Aug 26, 2026
Business

London — Berkas Kasus Pelecehan Al Fayed Diteruskan ke Jaksa

LONDON — Metropolitan Police resmi menyerahkan berkas penyelidikan dugaan kejahatan seksual mendiang Mohamed Al Fayed kepada Crown Prosecution Service (CPS

London — Berkas Kasus Pelecehan Al Fayed Diteruskan ke Jaksa

LONDON — Metropolitan Police resmi menyerahkan berkas penyelidikan dugaan kejahatan seksual mendiang Mohamed Al Fayed kepada Crown Prosecution Service (CPS). Penyerahan dilakukan tiga tahun setelah kematian mantan pemilik gedung belanja Harrods itu pada usia 94 tahun, dan puluhan tahun setelah para penyintas pertama kali melaporkan pelecehan yang mereka alami.

CPS menyatakan tidak akan memberikan tenggat waktu untuk keputusan penuntutan. Sikap itu kembali memicu kritik terhadap laju penegakan hukum dalam kasus yang menurut korban telah tertunda terlalu lama, sementara polisi sebelumnya sempat meminta maaf atas kegagalan menindaklanjuti laporan-laporan awal.

Lebih dari 400 Laporan dari 156 Perempuan

Setidaknya lebih dari 400 tuduhan — mencakup perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, hingga perdagangan manusia — dilaporkan oleh sedikitnya 156 perempuan. Dugaan kejahatan itu berlangsung dalam rentang panjang 1977 hingga 2014, sebagian besar menyasar karyawan dan calon karyawan Harrods, namun Al Fayed meninggal dunia tanpa pernah menghadapi satu dakwaan pun.

"Kejahatan yang diduganya dilakukan membutuhkan pasukan besar fasilitator. Bukankah para korban berhak melihat mereka juga menghadap keadilan?" demikian kritik kolumnis Marina Hyde terhadap fokus penyelidikan yang selama ini hanya tertuju pada mendiang miliarder tersebut.

Kronologi Kasus Al Fayed

  1. 1977–2014: Periode dugaan pelecehan dan eksploitasi terhadap perempuan-perempuan muda, termasuk asisten pribadi yang dipaksa menjalani "pemeriksaan kemurnian" oleh dokter.
  2. 1990-an–2000-an: Sejumlah laporan mulai bermunculan, tetapi tidak ada satu pun kasus yang sampai ke pengadilan. Hanya sedikitnya 21 perempuan berani bersuara saat Al Fayed masih hidup.
  3. Agustus 2023: Al Fayed meninggal dunia di usia 94 tahun tanpa pernah didakwa.
  4. 2024–2025: Gelombang laporan baru meledak pasca peliputan investigatif dan dokumenter. Jumlah penyintas melonjak dan sejumlah korban resmi diakui sebagai korban perdagangan manusia.
  5. Agustus 2026: Met menyerahkan berkas penyelidikan ke CPS untuk ditimbanginya, membuka kemungkinan penuntutan terhadap pihak-pihak lain.

Sorotan Bergeser ke Para Fasilitator

Penyidik kini memeriksa peran jaringan yang memungkinkan kejahatan ini berlangsung hampir empat dekade: pengacara yang meredam keluhan, juru bicara yang merawat citra, petugas keamanan yang mengintimidasi, hingga dokter yang menjalankan pemeriksaan medis kontroversial. Korban dan tim hukum mereka menuntut para fasilitator yang masih hidup turut dipertanggungjawabkan, bukan hanya figur utama yang telah tiada.

Skala kasus ini digambarkan luar biasa: polisi berhadapan dengan ratusan laporan lintas generasi, sementara dokumenter dan liputan media terus mengungkap bagaimana lingkungan kerja di sekitar Al Fayed dirancang untuk membungkam korban. Kepercayaan publik terhadap institusi yang dahulu mengabaikan laporan-laporan itu ikut dipertaruhkan.

Hingga kabar ini disiarkan, CPS belum menetapkan siapa yang akan dituntut dan kapan keputusan diambil. Bagi 156 penyintas beserta ratusan keluarga terdampak, penyerahan berks ini adalah langkah penting — meski datang sangat terlambat — menuju akuntabilitas menyeluruh atas salah satu skandal penyalahgunaan kekuasaan terbesar dalam sejarah Britania Raya.

[SOCIAL_TWEET]: 400+ laporan, 156 penyintas, rentang 1977–2014 — dan barulah kini berkas Al Fayed diteruskan ke jaksa, tiga tahun setelah ia meninggal. Para fasilitator kini dalam sorotan. #AlFayed #Harrods[SOCIAL_TG]: KASUS AL FAYED MASUK TAHAP BARU — Met Police serahkan berkas ke jaksa: 400+ tuduhan, 156 penyintas, rentang kejahatan 1977–2014. Sorotan bergeser ke pengacara, aparat keamanan, dan dokter yang diduga memfasilitasi. Laporan lengkap di Apa Berita International.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User

Popular Posts

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll