Nov 04, 2026
Entertainment

Stefano Knuchel Tayangkan Babak Terakhir Trilogi Hugo Pratt di Venesia

Sutradara asal Swiss, Stefano Knuchel, resmi mempersembahkan penayangan perdana dunia untuk karya dokumenter terbarunya berjudul “Il desiderio di essere in

Stefano Knuchel Tayangkan Babak Terakhir Trilogi Hugo Pratt di Venesia

Sutradara asal Swiss, Stefano Knuchel, resmi mempersembahkan penayangan perdana dunia untuk karya dokumenter terbarunya berjudul “Il desiderio di essere inutile – Hugo a Venezia” (Sebuah Kerinduan untuk Menjadi Tidak Berguna – Hugo di Venesia) dalam perhelatan prestisius Festival Film Venesia. Pemutaran khusus di luar kompetisi ini menandai garis akhir dari proyek ambisius berdurasi 20 tahun yang mendokumentasikan jejak kehidupan dan filosofi seniman komik legendaris Italia, Hugo Pratt.

Penutup Epik Perjalanan Dua Dekade

Film penutup trilogi ini dijadwalkan tayang perdana pada 12 September melalui kolaborasi istimewa yang digagas bersama oleh La Biennale di Venezia, International Critics’ Week (Settimana Internazionale della Critica), serta Giornate degli Autori. Sinergi tiga pilar penting perfilman Venesia ini menegaskan betapa sentralnya figur Hugo Pratt dalam peta kebudayaan dan narasi visual Italia.

Knuchel telah menghabiskan waktu lebih dari dua dekade untuk menelusuri langkah-langkah Pratt, sosok maestro di balik karakter ikonik petualang Corto Maltese. Melalui lensa kamera yang puitis dan intim, babak final ini memusatkan perhatian pada hubungan batin yang mendalam antara sang komikus dengan labirin air dan lorong-lorong sunyi kota kelahirannya, Venesia.

“Venesia bukan sekadar latar geografis bagi Hugo Pratt, melainkan sebuah kondisi pikiran, pelabuhan kepulangan, sekaligus cermin dari jiwa pengembara yang tak pernah benar-benar terikat oleh ruang dan waktu.”

Mengenang Sosok dan Spirit Hugo Pratt

Karya dokumenter ini tidak sekadar merangkum biografi linier, melainkan menggali lanskap emosional serta gagasan eksistensial yang selalu mewarnai karya-karya Pratt. Judul film tersebut mengadopsi paradoks pemikiran Pratt tentang kebebasan sejati, yakni melepaskan diri dari tuntutan kegunaan materialistis demi merangkul seni dan imajinasi murni.

Berikut adalah fokus utama yang diangkat dalam film dokumenter penutup ini:

  • Refleksi Filosofis: Mengupas konsep kebebasan personal dan kerinduan estetika yang menjadi fondasi serial Corto Maltese.
  • Arsip dan Kesaksian Langka: Menampilkan rekaman-rekaman eksklusif serta penuturan dari orang-orang terdekat Pratt yang belum pernah dipublikasikan.
  • Keterikatan Venesia: Menelusuri bagaimana atmosfer mistis, arsitektur, dan sejarah Venesia membentuk garis goresan pena Pratt.

Apresiasi dari Tiga Institusi Sinema Venesia

Penayangan bersama oleh La Biennale, Critics’ Week, dan Giornate degli Autori merupakan bentuk penghormatan luar biasa yang jarang terjadi di festival film kelas dunia. Langkah ini menempatkan karya Knuchel tidak hanya sebagai rekaman sinematik atas kehidupan seorang kreator komik, tetapi juga sebagai dokumen artistik berharga bagi sejarah seni kontemporer.

Dengan rampungnya trilogi ini, Stefano Knuchel sukses menyatukan benang merah perjalanan Pratt mulai dari padang pasir Afrika, lanskap Argentina, hingga kembali ke ketenangan kanal-kanal Venesia. Film ini menjadi salam perpisahan yang megah bagi salah satu pendongeng visual paling berpengaruh di abad ke-20.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll