Reaksi Awal Film Digger Tom Cruise Menuai Reaksi Terbelah Kritikus
Kritikus film internasional memberikan reaksi pertama mereka terhadap "Digger", film terbaru yang dibintangi Tom Cruise dan disutradarai oleh Alejandro Gon
Kritikus film internasional memberikan reaksi pertama mereka terhadap "Digger", film terbaru yang dibintangi Tom Cruise dan disutradarai oleh Alejandro González Iñárritu. Hasilnya? Respons yang sangat terbelah — dari pujian tinggi hingga kritik tajam — menjadikan salah satu film paling dinanti tahun 2026 ini sebagai salah satu karya paling memecah belah di musim penghargaan.
Film yang dijadwalkan tayang secara luas pada 2 Oktober 2026 ini menampilkan Cruise sebagai Digger Rockwell, seorang taipan minyak kaya yang memicu bencana ekologis dan kemudian berusaha keras memperbaikinya. Iñárritu, yang dikenal lewat karya-karya brilian seperti "Birdman" dan "The Revenant", menggambarkan film ini sebagai "komedi dari proporsi kategori" dengan nada satiris yang gelap.
Kritikus Terbelah: Membagi Pendapat secara Luas
Clayton Davis dari Variety merangkum situasi dengan tepat: "Saya menghargai ayunan besar yang dilakukan Alejandro González Iñárritu. Tom Cruise dan John Goodman memberikan penampilan yang sangat baik. Pada akhirnya, tidak semua titik terhubung. Perpecahan untuk film ini akan lebar." Pernyataan ini seolah menjadi gambaran umum dari reaksi awal yang diterima film ini.
Di sisi positif, Jim Hemphill dari IndieWire menyebut "Digger" sebagai salah satu "film studio paling inventif secara visual, berani secara konseptual, dan tak terduga yang pernah dibuat." Ia bahkan membandingkan keberanian estetika film ini dengan "Bardo" karya Iñárritu sebelumnya, menyebutnya "terasa seperti siaran episode 'The Golden Girls'." Sementara itu, Anne Thompson dari IndieWire memuji film ini sebagai "seni berani dan indah yang tidak akan meraih kesuksesan di kalangan penonton mainstream, tetapi akan menjadi favorit Academy, terutama dalam kategori teknis dan akting."
Matt Neglia dari Next Best Picture memberikan penilaian yang lebih moderat. "Ini adalah peran Tom Cruise paling dinamis dan menarik dalam bertahun-tahun," tulisnya. "Namun, narasi ambisius Iñárritu tidak seimbang, terlalu condong ke teatrikal yang konyol tapi kosong." Clayton Davis menambahkan bahwa film ini "tidak semuanya terhubung, dan saya berharap film ini lebih berani mengeksplorasi absurditas dan satire yang terus dicarinya."
Tanggapan Kritis: "Baffling" hingga "Unpleasant"
Tidak semua kritikus memberikan apresiasi. Joey Magidson dari Awards Radar menyebut film ini "kacau" dan mengklaim bahwa "tidak banyak yang berhasil di sini" serta "film ini tidak menyenangkan." Kritikus Edward Douglas menambahkan: "Saya tidak bisa mengatakan 'Digger' itu sangat bagus, meskipun saya bisa melihat apa yang ingin dicapai Iñárritu dan Cruise. Ada pengungkapan besar menuju akhir yang hampir membenarkan kegilaan ini. Saya mengharapkan CinemaScore yang sangat buruk."
Mike Ryan dari Uproxx menyebut film ini "tidak menyenangkan," sementara Kristen Lopez dari Cinefilical menyatakan: "Ini sangat beragam. Anda akan mengerti pesannya, dan konsepnya menarik, tetapi film ini tidak cukup percaya pada penonton untuk tidak memegang tangannya." Namun, Lopez juga memuji penampilan Riz Ahmed sebagai "luar biasa."
| Kritikus | Media | Penilaian |
|---|---|---|
| Jim Hemphill | IndieWire | Positif — Peran Cruise terbaik sejak Magnolia |
| Anne Thompson | IndieWire | Positif — Seni berani dan indah untuk Academy |
| Clayton Davis | Variety | Moderat — Perpecahan akan lebar |
| Joey Magidson | Awards Radar | Negatif — Film yang kacau |
| Edward Douglas | TheWrap | Negatif — CinemaScore akan sangat buruk |
Tom Cruise Kembali ke Drama Dewasa
"Digger" menandai kembalinya Tom Cruise ke genre film drama dewasa setelah lebih dari satu dekade bermain sebagai pahlawan aksi. Dalam 10 tahun terakhir, satu-satunya film non-aksi Cruise adalah "American Made" pada 2017. Harus kembali 20 tahun untuk menemukan lebih banyak film non-aksi dalam daftar filmography-nya, seperti musikal "Rock of Ages", drama politik "Lions for Lambs", komedi "Tropic Thunder", dan thriller sejarah "Valkyrie".
Perubahan ke arah film-film yang lebih dramatis ini telah menarik perhatian para pengamat penghargaan sejak "Digger" pertama kali diumumkan beberapa tahun lalu. Namun, reaksi yang sangat terbelah ini mungkin akan mengguncang kampanye penghargaan yang sebelumnya diharapkan. Cruise sendiri telah menyatakan pengalaman syuting ini sebagai sesuatu yang "total original" dan merupakan tantangan terbesar dalam kariernya.
Dampak terhadap Musim Penghargaan
Dengan cast yang mencakup Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons, "Digger" memiliki potensi besar di musim penghargaan. Namun, perpecahan kritis ini menimbulkan pertanyaan serius tentang peluang Oscar-nya. Sementara beberapa kritikus melihat ini sebagai karya seni yang layak diapresiasi, yang lain meragukan kemampuannya untuk menjangkau penonton luas.
Guillermo del Toro, sutradara terkenal yang telah menyaksikan film ini, memberikan komentar singkat namun bermakna: "Musik? Tidak... tapi ini bagus." Pernyataan ini menegaskan bahwa "Digger" bukanlah musikal seperti yang sempat dirumorkan, sekaligus memberikan pujian awal yang berharga dari sesama sineas ternama.
Seperti yang disimpulkan Clayton Davis: "Perpecahan untuk film ini akan lebar." Dunia perfilman kini menanti respon publik lebar yang akan menentukan nasib "Digger" — apakah akan menjadi kejutan penghargaan atau kegagalan ambisius.
Comments (0)