Kota New York menggelar upacara peringatan 25 tahun tragedi serangan terorisme 11 September 2001 (9/11) pada Jumat waktu setempat. Momentum seperempat abad peristiwa bersejarah ini berlangsung khidmat di Ground Zero, Manhattan, di tengah absennya Presiden Donald Trump yang memilih menghadiri upacara terpisah di Pentagon, Washington D.C.
Peringatan tahun ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi New York. Selain dihadiri oleh jajaran pemimpin lintas generasi, upacara di World Trade Center Memorial dipimpin dan dihadiri di bawah kepemimpinan wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota tersebut, mencerminkan perjalanan panjang transformasi sosial New York pascatragedi 25 tahun silam.
Ground Zero: Tradisi Pembacaan Nama dan Hening Cipta
Di lokasi bekas menara kembar World Trade Center runtuh, suasana haru menyelimuti ribuan keluarga korban, penyintas, dan pejabat tinggi negara. Sesuai tradisi tahunan, rangkaian upacara difokuskan pada pembacaan nama-nama korban jiwa secara bergantian oleh para kerabat.
- Pukul 08.46: Hening cipta pertama menandai momen pesawat American Airlines Penerbangan 11 menabrak Menara Utara World Trade Center.
- Pukul 09.03: Lonceng peringatan berdentang saat United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan.
- Pukul 09.37: Penanda waktu serangan pesawat American Airlines Penerbangan 77 ke gedung Pentagon di Arlington, Virginia.
- Pukul 09.59: Mengenang detik-detik runtuhnya Menara Selatan setinggi 110 lantai.
- Pukul 10.03: Hening cipta mengenang jatuhnya United Airlines Penerbangan 93 di Shanksville, Pennsylvania, setelah penumpang melawan para pembajak.
- Pukul 10.28: Momen keruntuhan total Menara Utara yang menyempurnakan kehancuran kompleks WTC.
"Dua puluh lima tahun telah berlalu, namun rasa kehilangan ini tidak pernah pudar. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa generasi penerus tidak akan pernah melupakan pengorbanan dan cinta mereka yang telah tiada," tutur salah seorang keluarga korban di podium Ground Zero.
Kehadiran Lintas Pemimpin dan Absensi Presiden Trump
Kendati Presiden Donald Trump tidak hadir secara langsung di Manhattan, Gedung Putih tetap diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance. Sejumlah tokoh penting dan empat mantan presiden Amerika Serikat turut hadir berdampingan di Ground Zero sebagai simbol persatuan nasional.
Sementara itu, Presiden Trump memimpin upacara peringatan kenegaraan di markas militer Pentagon. Di hadapan para pejabat pertahanan dan keluarga korban di Virginia, Trump memberikan penghormatan kepada 184 korban jiwa yang gugur dalam serangan di fasilitas militer tersebut.
Refleksi 25 Tahun Transformasi Pascaserangan
Peringatan 25 tahun 9/11 menjadi momentum evaluasi terhadap keamanan global, kebijakan luar negeri, serta kohesi sosial di Amerika Serikat. Seperempat abad setelah serangan teror yang menewaskan total 2.977 korban jiwa, New York terus menunjukkan ketangguhannya sebagai kota multikultural yang bangkit dari abu kehancuran.
Comments (0)