WASHINGTON D.C. — Kesehatan para pekerja tambang dan manufaktur di Amerika Serikat kini berada dalam bahaya serius akibat lonjakan kasus silikosis dan penyakit paru-paru hitam (black lung). Padahal, pakar kesehatan publik telah mengetahui metode pencegahan penyakit akibat kerja ini selama puluhan tahun. Ironisnya, gelombang baru penderita penyakit mematikan ini justru didominasi oleh para pekerja berusia muda.
Kondisi memprihatinkan ini dipicu oleh penolakan keras pelaku industri pertambangan terhadap penerapan aturan keselamatan baru. Di sisi lain, regulator pemerintah dinilai gagal mempertahankan serta menegakkan hukum yang seharus mampu melindungi nyawa para buruh di lapangan.
Tren Penurunan Usia Penderita di Kawasan Appalachia
Pengalaman yang dialami oleh John Robinson, seorang mantan pekerja tambang batu bara dari wilayah barat daya Virginia, menjadi cerminan nyata krisis kesehatan yang tengah melanda. Kakek Robinson dahulu menghabiskan waktu berpuluh-puluh tahun bekerja di tambang sebelum akhirnya terdiagnosis penyakit paru-paru hitam pada usia senja, biasanya di kisaran usia 60, 70, hingga 80 tahun.
Namun, situasi berbeda dialami oleh Robinson. Ia terdiagnosis penyakit paru-paru hitam pada usia yang masih sangat muda, yakni 47 tahun. Kasus Robinson mencerminkan tren mengkhawatirkan yang terus berkembang selama dua dekade terakhir di wilayah Appalachia tengah, di mana banyak pekerja tambang batu bara terjangkit penyakit paru-paru hitam fatal pada rentang usia produktif.
"Dahulu para penambang membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun hingga penyakit ini berkembang. Kini, anak-anak muda yang baru bekerja beberapa tahun sudah divonis mengidap penyakit paru-paru stadium akhir," ujar pakar keselamatan kerja.
Perlawanan Industri dan Pelonggaran Aturan Regulasi
Krisis ini semakin parah ketika dorongan deregulasi di era pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan tekanan dari industri tambang batu bara berhasil menghambat pengesahan aturan keselamatan kerja yang lebih ketat. Pihak industri secara konsisten menolak standar baru batas paparan debu silika yang diajukan oleh lembaga pengawas.
Kegagalan pemerintah dalam menguatkan perlindungan kerja membuat para penambang terus terpapar debu batu bara dan kristal silika pekat tanpa perlindungan memadai. Tingginya kadar silika yang terhirup merusak jaringan paru-paru pekerja jauh lebih cepat dibandingkan dekade-dekade sebelumnya.
Penyebaran Risiko ke Sektor Industri Manufaktur
Penyakit paru-paru hitam dan silikosis tidak lagi terbatas pada penambang batu bara di area perbukitan saja. Wabah ini kini meluas ke sektor manufaktur modern, khususnya industri pemotongan dan fabrikasi meja pemotong (countertop) berbahan batu buatan yang mengandung silika sangat tinggi. Sebagian besar pekerja yang menjadi korban di sektor baru ini adalah buruh imigran beretnis Latino.
Urutan Penurunan Standar Keselamatan dan Dampaknya
Berikut adalah kronologi perkembangan krisis silikosis dan penyakit paru-paru hitam di Amerika Serikat:
- Periode Historis: Penyakit paru-paru hitam umumnya dianggap sebagai penyakit lansia yang membutuhkan waktu akumulasi paparan debu selama 30 hingga 40 tahun.
- Awal Dekade 2000-an: Para peneliti mulai mendeteksi lonjakan kasus silikosis yang agresif pada penambang muda di kawasan Appalachia akibat aktivitas penambangan lapisan batu keras.
- Tekanan Industri: Pelaku industri batu bara melakukan lobi politik guna menunda serta menolak pengetatan standar paparan debu silika yang diusulkan oleh badan pengawas keselamatan kerja.
- Ekspansi Sektor Industri: Industri fabrikasi meja batu buatan berkembang pesat, memicu gelombang baru penyakit silikosis parah di kalangan pekerja manufaktur imigran.
- Situasi Terkini: Lemahnya penegakan hukum dan minimnya proteksi tempat kerja menyebabkan peningkatan angka kematian pekerja usia di bawah 50 tahun.
Para ahli kesehatan dan organisasi buruh mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera mengambil langkah tegas. Tanpa penegakan aturan batas paparan debu silika secara ketat dan independen, ribuan pekerja usia muda diprediksi akan terus menjadi korban dari krisis kesehatan kerja yang sebenarnya sangat bisa dicegah ini.
Penyakit silikosis dan paru-paru hitam kini mengancam keselamatan pekerja muda di AS. Lemahnya penegakan aturan keselamatan serta tekanan industri memicu krisis kesehatan kerja yang kian parah.
Comments (0)